
Ceritanya
Senapan masih panas di tangannya saat Joshua, tentara bayaran yang matanya kosong, melangkah di antara reruntuhan Bosnia. Perang sudah menggerogoti nalurinya, mengubahnya jadi mesin pembunuh tanpa rasa bersalah. Tapi sesuatu pecah saat ia menyaksikan langsung pembantaian yang tak masuk akal, mayat anak-anak berserakan di pasar, tangis perempuan yang tak kunjung reda. Perlahan, retakan di baju zirah hatinya mulai melebar. Ia bertemu dengan seorang perempuan yang kehilangan segalanya, dan tanpa sadar, Joshua mulai mempertanyakan setiap peluru yang pernah ia lepaskan. Ketika kemanusiaan adalah harga yang harus dibayar untuk bertahan, apa yang tersisa dari seorang pria yang sudah menjual jiwanya pada perang?
Kalau suka ini












