
Ceritanya
Dua puluh tahun setelah Vietnam, dan dentang tembakan masih bergema di kepala Arthur. Veteran perang ini terjebak di antara rasa bersalah dan paranoia yang menggerogoti, sampai ia memutuskan satu jalan keluar. Tapi sebuah pertemuan tak terduga di malam paling gelap membalikkan segalanya, menjerumuskannya ke dalam teror yang lebih nyata dari mimpi buruk mana pun. Kekerasan mengepung dari segala arah, dan Arthur sadar perang belum benar-benar berakhir. Ia berjuang di persimpangan antara bunuh diri dan pertempuran baru yang tak ia pahami. William Fichtner memerankan veteran yang patah ini, berhadapan dengan kengerian yang bukan sekadar ingatan. Ketika senjata kembali dipegang, apa yang tersisa untuk diperjuangkan?
Kalau suka ini











