
Ceritanya
Lennon menghabiskan malamnya mendengarkan podcast indie, menghafal setiap detail kehidupan artis yang ia kagumi. Obsesi itu bukan sekadar penggemar biasa, dia mulai meniru gaya bicara, pilihan pakaian, bahkan cara mereka memandang kamera. Pelan-pelan dunia nyata Lennon memudar, digantikan persona yang ia bangun dari potongan-potongan wawancara dan lagu favorit. Teman-temannya mulai bingung, mana Lennon yang asli dan mana tiruannya. Pertemanan mulai renggang karena dia lebih sering ngobrol dengan headphone daripada orang sungguhan. Yang bikin makin runyam, artis idolanya itu ternyata bukan sosok ideal yang Lennon bayangkan selama ini. Apakah Lennon akan sadar sebelum dia benar-benar kehilangan dirinya sendiri?
Kalau suka ini











