
Ceritanya
Dasi kuning yang selalu dikenakan Sergiu Celibidache sejak kecil. Bukan sekadar aksesori, itu semacam jangkar ingatannya pada rumah, pada suara piano pertama yang ia dengar di Rumania. Lalu perang datang, Jerman jadi medan pengembaraan yang kejam dan tak terduga. Sergiu kecil tumbuh di tengah reruntuhan, tapi telinganya tetap menangkap melodi di mana-mana, dari siulan tentara hingga deru sirene. Ia nekad, kadang nekat, mengejar setiap celah untuk belajar, untuk memegang tongkat konduktor. Keluarganya terpecah, nasib teman masa kecilnya tak jelas, dan mimpinya jadi maestro sering terasa seperti gurauan perang. Tapi dasi kuning itu tetap terikat, dan Sergiu terus berjalan tanpa tahu apakah langkahnya akan berujuk pada panggung megah atau kehancuran.
Kalau suka ini











