
Ceritanya
Tiga tahun di parit Passchendaele. Prajurit Arthur Hamp melihat semua temannya mati satu per satu. Dia satu-satunya yang selamat dari kompinya, lalu tiba-tiba memutuskan pulang ke Inggris. Begitu sampai, dia langsung ditangkap dan dituduh desersi. Nasib Hamp kini ada di tangan Kapten Hargreaves, pengacara militer yang awalnya skeptis terhadap cerita prajurit itu. Tapi semakin dalam Hargreaves menyelidiki, semakin dia terseret oleh ketulusan Hamp. Buktinya bukan soal Hamp gila, melainkan soal kelelahan menyaksikan kematian terus menerus. Pertarungan di pengadilan militer itu perlahan mengungkap sesuatu yang lebih besar: kegilaan perang itu sendiri. Lelah macam apa yang membuat seorang prajurit rela dihukum mati?
Kalau suka ini












