
Ceritanya
Dua puluh delapan. Itu jumlah poin yang harus dikumpulkan Ji-Hoon dari nilai delapannya sekarang. Su-Wan, mahasiswa yang hampir putus kuliah gara-gara biaya, terima pekerjaan tutor yang dia sendiri ragu sanggup. Anak didiknya itu lebih hafal nomor geng lawan daripada rumus matematika. Setiap sesi belajar berubah jadi adu fisik, sampai tetangga lapor polisi. Tapi kontrak sudah tanda tangan dan uang muka sudah dipakai bayar utang. Su-Wan sadar satu-satunya cara bikin Ji-Hoon lulus bukan pakai buku pelajaran, melainkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Kenapa cowok yang bisa menghajar lima orang sekaligus itu takut banget sama angka 8?
Kalau suka ini











