
Ceritanya
Ana pikir hidupnya udah beres, tinggal di apartemen kota dengan segalanya dalam genggaman. Sampai suatu ulah memaksanya angkat kaki dan numpang di rumah nenek di desa, lengkap dengan jalan becek yang bikin sepatu kotor, sinyal internet lemot kayak siput, dan tradisi lokal yang bikin dia melongo tiap hari. Ternyata di tengah lumpur dan sambatan, ada cowok desa yang bikin hatinya deg-degan lain, dan perlahan Ana mulai nemu sisi baru dari dirinya sendiri yang selama ini terkubur gemerlap kota. Nggak nyangka cinta dan kebahagiaan bisa tumbuh di tempat yang paling dia hindari. Tapi pertanyaannya, apa Ana bakal cukup kuat ninggalin semua itu kalau suatu hari kota memanggilnya balik?
Kalau suka ini












