
Ceritanya
Hannah masih pakai kemeja flanel suaminya yang udah tiga tahun lalu meninggal. Tinggal di Maine yang beku, dia habiskan hari dengan mengelus gitar dan menolak semua ajakan teman buat move on. Sampai suatu hari Andrew datang, penulis dari New York dengan blak-blakan yang bikin Hannah geregetan karena dia punya pandangan kontroversial soal almarhum. Andrew ditugasin nulis biografi musisi legendaris itu, dan Hannah jadi sumber utama yang enggan kerja sama. Tapi entah kenapa mereka malah menghabiskan malam-malam dingin bersama, berdebat soal kenangan, sementara ketegangan di antara mereka berubah jadi sesuatu yang lebih hangat dari api unggun. Kolaborasi ini bisa menyembuhkan lukanya, atau justru menguak luka lama yang lebih perih.
Kalau suka ini











