
Ceritanya
Bekas tembakan masih melekat di punggung Texas Jack, dan itu belum jadi pelajaran. Dulu dia perampok stagecoach, sekarang cuma buronan yang napasnya terasa di tengkuk. Marsekal AS yang memburunya bukan tipe polisi biasa — dendamnya pribadi, matanya merah, dan pelatuknya sudah hafal bentuk jari Jack. Gurun Texas jadi medan main kucing-kucingan, panasnya bikin kulit mengelupas, dan air jadi lebih mahal dari emas. Siapa sangka dua orang ini punya sejarah yang sama, cuma beda sisi hukum. Yang bikin runyam, Jack mulai ragu apakah dia benar-benar mau lari terus, atau sudah waktunya berhenti dan hadapi masa lalu. Tapi di ujung senapan, siapa yang lebih dulu kedip?
Kalau suka ini












