
Ceritanya
Serangan ke Fort Ridgely baru saja usai, dan jejak pertumpahan darah masih basah. Kolonel Sibley langsung membentuk pengadilan militer untuk mengadili pejuang Dakota yang tertangkap, tapi ini bukan soal hukum. Letnan Olin bersama komisarisnya memimpin pasukan Tentara dalam misi yang lebih mirip balas dendam pribadi daripada penegakan keadilan. Di tengah padang rumput yang terbakar dan ketegangan rasial yang mencekik, dua kubu saling sikut, kebenaran jadi barang langka. William Adams sebagai Olin harus memilih antara prosedur atau nurani, sementara Jezibell Anat dan Peter B. Buckley melengkapi ketegangan di medan perang. Pertarungannya bukan lagi soal menang kalah, melainkan apakah dendam bisa benar-benar memadamkan api atau justru membakarnya lebih besar lagi.
Kalau suka ini












