
Ceritanya
Komikus gagal yang tinggal di studio berantakan, kolumnis seks yang baru dipecat. Dua orang ini dipaksa jadi satu tim demi kompetisi komik bergengsi. Jeong Je-in, si komikus, lebih sibuk ngopi dan nonton film dewasa daripada gambar. Han Da-mi, kolumnis yang super perfeksionis, langsung muak lihat gaya kerja Je-in yang amburadul. Mereka berdebat soal konsep, soal dialog, soal apa pun. Tapi diam-diam, gesekan itu mulai berasa beda. Ada tarikan aneh saat mereka begadang bareng ngerjain komik, atau saat Da-mi liat sisi lain Je-in yang ternyata jago gambar adegan romantis. Yang bikin penasaran, siapa yang duluan sadar kalau kerja sama ini bukan cuma soal memenangkan lomba?
Kalau suka ini












