
Ceritanya
Mencari rumah di Mumbai itu seperti perang, dan Sanjay tahu dia kalah sebelum mulai. Gajinya habis buat sewa kontrakan sempit, sementara Karina juga frustrasi dengan sistem KPR yang ribet. Kebetulan banget, mereka sadar satu celah: kredit perumahan lebih mudah kalau sudah menikah. Maka jadilah mereka pasangan palsu, tanda tangan dokumen, senyum di depan petugas bank. Awalnya cuma transaksi, urusan duit dan surat-surat. Tapi siapa sangka nonton film bareng dan ngopi pagi mulai terasa beda. Sanjay mulai perhatikan cara Karina ketawa, Karina diam-diam nyimpan kebiasaan Sanjay yang cerewet. Masalahnya, pura-pura punya batas waktu. Begitu keluarga mulai curiga dan sertifikat rumah hampir jadi, mereka dihadapkan pada pilihan absurd: pertahankan rumah fisik yang diperjuangkan mati-matian atau akui perasaan yang justru tumbuh dari kebohongan itu sendiri.
Kalau suka ini












