
Ceritanya
Dua puluh tahun jadi pelayan di Gedung Putih, dan Cecil Gaines tahu lebih banyak rahasia negara daripada para menterinya. Mulai dari diskriminasi rasial yang ia alami sendiri sampai detak jantung gerakan hak sipil, semuanya lewat di depan matanya sambil menuang teh untuk presiden. Putranya, Louis, memilih jalan berbeda, turun ke jalan, berhadapan dengan pentungan polisi dan penjara, sementara Cecil tetap setia pada seragamnya yang rapi. Yang bikin runyam, Cecil harus pulang ke rumah yang retak, istri yang cemas, dan anak yang makin sulit dikenali. Di satu sisi ada perubahan halus lewat pelayanan, di sisi lain ada perlawanan terbuka yang mengorbankan segalanya. Siapa sangka setir dan sempurna di meja makan presiden bisa jadi medan perang paling sunyi?
Kalau suka ini












