
Ceritanya
Desa Uljinri sudah puluhan tahun dikutuk, roh-roh jahat berkeliaran sampai para dukun dari seluruh negeri datang bergantian ngusir mereka. Chan-young, reporter muda, dikirim ke sana untuk liputan. Tugasnya simpel: tulis berita, pulang. Tapi begitu sampai, dia mulai nemuin hal-hal yang nggak masuk akal. Mayat ditemukan dengan senyum mengembang. Warga desa ketawa histeris di tengah ritual pengusiran. Apakah ini semua cuma lelucon kematian yang kelewatan, atau benar-benar hantu yang main-main dengan psikologi mereka? Chan-young makin dalam menyelidik, dan batas antara horor dan komedi mulai kabur. Yang bikin ngeri bukan hantunya, tapi tawa yang nggak pernah berhenti dari orang-orang yang seharusnya ketakutan. Siapa sangka, kutukan ini bukan soal teror, melainkan sesuatu yang bikin lo bingung mau takut atau ketawa.
Kalau suka ini












