
Ceritanya
Darah segar di karpet ruang tamu bukan pemandangan aneh lagi buat Grey. Sebagai vokalis band rock yang lagi naik daun, dia sudah terbiasa dengan mimpi aneh dan dorongan gelap yang susah dijelaskan. Tapi belakangan, mimpinya makin intens, makin nyata, dan dia mulai merasa ada sesuatu di dalam dirinya yang bukan manusia. Pacarnya, Vaughn, yang juga produser musiknya, malah mendorong Grey untuk menggali sisi liar itu lewat lagu-lagu barunya. Semakin dalam Grey menekan batas kreativitasnya, semakin sulit dia membedakan antara inspirasi dan naluri membunuh. Vaughn bilang ini proses artistik, tapi Grey mulai curiga ada rencana lain di balik studio rekaman terpencil itu. Apakah dia kehilangan kendali, atau justru baru menemukan jati dirinya yang sebenarnya?
Kalau suka ini











