
Ceritanya
Andre Hazes kecil berdiri di pasar Amsterdam, suaranya tenggelam di antara teriakan pedagang. Tahun 60-an keras membentuknya, dari anak jalanan yang nyanyi demi uang receh sampai jadi legenda musik Belanda yang stadion penuh sesak di era 80-an. Fedja van Huêt memerankan Hazes dewasa yang bergulat antara panggung gemerlap dan kehidupan pribadi yang berantakan. Cinta datang silih berganti, alkohol jadi pelarian, sementara tekanan terus menggerogoti dari dalam. Sampai di awal 2000-an, tubuhnya mulai menyerah tapi mulutnya masih menyanyikan luka yang sama. Di balik setiap lagu yang dinyanyikan ribuan orang, ada harga yang harus dibayar. Darah, keringat, dan air mata itu memang nyata, tapi siapa sangka melodi terindah lahir dari kehancuran paling dalam.
Kalau suka ini












