
Ceritanya
Bora Akkas memerankan seorang anak kecil yang menatap panggung teater dengan mata berbinar, dan dari sanalah semuanya dimulai. Adile Nasit, putri seorang aktor teater, tumbuh dengan panggung sebagai rumah keduanya. Tapi Yesilçam, industri hiburan Turki tahun 1960-an, punya standar kecantikan yang kaku dan kejam. Wajahnya dianggap tidak cocok untuk layar lebar. Pintu-pintu casting tertutup, satu per satu, tanpa ampun. Tapi Adile bukan tipe yang menyerah, dia justru membangun panggungnya sendiri dari ketiadaan. Seda Bakan dan Tulin Ozen melengkapi kisah perjuangan melawan norma sosial yang mencekik ini. Pertanyaannya, sampai sejauh mana semangat bisa bertahan ketika seluruh industri berkata tidak?
Kalau suka ini











