
Ceritanya
Gurun tandus tanpa ujung. Itu yang harus dilalui mantan tentara ini seorang diri. Dia cari adiknya yang hilang di dunia pasca-apokaliptik yang gersang, tempat aturan main ditentukan oleh siapa yang paling cepat menarik pelatuk. Masalahnya, setiap langkahnya dihadang pasukan pembunuh yang nggak kenal ampun. Bukan cuma itu, ada bahaya lain yang mengintai dari balik reruntuhan, sesuatu yang bahkan logam dan mesiu pun nggak bisa hadapi. Di tengah panas yang membakar dan angin yang bawa debu kematian, harapan jadi satu-satunya bekal yang tersisa. Tapi cukupkah itu untuk menembus barisan musuh dan sampai ke adiknya sebelum semuanya terlambat?
Kalau suka ini











