
Ceritanya
Darah segar di lantai kuil, Jong-Gyu berdiri di antara mayat-mayat, pedangnya masih menetes. Pemburu setan ini sudah lama memburu siluman rubah, makhluk yang menghancurkan hidupnya dan mengambil semua yang ia cintai. Tapi semakin dalam ia menyelidik, semakin aneh jejaknya, seolah ada kekuatan lebih besar yang mengatur semuanya dari bayang-bayang. Siluman rubah itu bukan target terakhir, hanya pion. Di ujung rantai, raja setan dunia bawah menunggu, dan pertarungan yang Jong-Gyu kira final ternyata baru pemanasan. Pedang pembunuh setan di tangannya, dendam di dadanya, dan satu fakta yang ia tolak percaya: musuh bebuyutannya mungkin bukan siluman itu. Lalu kenapa bayangan raja setan selalu tersenyum setiap kali Jong-Gyu mendekati kebenaran?
Kalau suka ini











