
Ceritanya
Namanya Martina, dan dia nggak ingat kapan terakhir kali bangun tanpa mabuk. Keluarganya mulai menjauh, teman-temannya sudah angkat tangan, dan satu-satunya yang setia menemaninya adalah botol anggur di bawah tempat tidur. Terapisnya bilang ini soal kemauan, tapi Martina merasa ada yang lebih dalam dari sekadar kebiasaan. Tekanan dari ibu yang perfeksionis dan rahasia masa kecil yang dikuburnya mulai menyusup ke setiap sesi terapi. Suatu malam, dia nemu catatan harian lama yang ditulis tangan sendiri, isinya pengakuan yang bahkan dia lupa pernah terjadi. Pertanyaannya, apa yang lebih menakutkan: alkohol atau kebenaran yang selama ini dia hindari?
Kalau suka ini











