
Ceritanya
Seorang penulis Suriah yang terbuang, tanpa nama, naik kapal menuju pulau terpencil di Laut Utara. Bukan liburan, dia datang untuk mengakhiri hidupnya. Rencananya sederhana: cari tempat sunyi, selesaikan semuanya. Tapi di pulau itu, dia bertemu seorang wanita tua yang mengelola penginapan reyot, dan kebaikannya bukan basa-basi. Wanita itu diam-diam menyodorkan makanan, menawarkan secangkir teh tanpa banyak tanya, dan entah kenapa itu lebih menggetarkan dari ombak Laut Utara. Sibel Kekilli sebagai wanita tua itu punya senyum yang bikin lupa soal mati. Pertemuan ini perlahan membongkar naluri yang sudah lama dikuburnya. Di kamar penginapan yang dingin, dia mulai bertanya-tanya, apakah hidup masih punya satu babak lagi untuk ditulis?
Kalau suka ini












