
Ceritanya
Lao San, veteran marinir yang cedera otaknya bikin dia polos kayak anak kecil, tapi juga super optimis. Dia jadi vigilante, berburu orang-orang jahat versi standarnya sendiri. Nggak pakai ragu, nggak pakai mikir panjang, dia bertindak cepat dan brutal. Tapi masalah mulai muncul ketika yang dia kejar ternyata bukan hitam-putih. Ada korban yang ternyata punya alasan, ada pelaku yang ternyata punya sisi lain. Garis antara benar dan salah mulai kabur, bahkan buat Lao San sendiri. Siapa sangka polosnya dia malah bikin semuanya makin rumit. Kalau standar keadilan seseorang ternyata buta, apa aksinya masih bisa disebut benar?
Kalau suka ini











