
Ceritanya
Lu Kongwen sudah muak. Di titik terendah hidupnya, dia ambil keputusan ekstrem: menghancurkan novel karyanya sendiri, "God Killing", dengan tangannya. Tapi di dalam halaman-halaman itu, dunia fiksi punya rencana lain. Protagonisnya, yang diciptakan Lu Kongwen, justru melawan takdir yang sudah ditulis, memicu kekacauan penuh aksi dan drama yang nggak pernah Lu bayangkan. Antara pencipta dan ciptaan, batas mulai kabur. Siapa yang sebenarnya mengendalikan siapa? Dan apakah Lu Kongwen benar-benar bisa menghentikan kehancuran novelnya, atau malah terjebak di dalam dunianya sendiri?
Kalau suka ini












