
Ceritanya
Seorang magistrat di pos terdepan kekaisaran, hidupnya tenang dan patuh sampai Kolonel Joll tiba. Joll bawa metode interogasi kejam, menyiksa penduduk lokal yang dituduh memberontak. Semua atas nama "peradaban". Sang magistrat, yang diam-diam mulai goyah, menyaksikan sendiri kekejaman itu. Dia terbelah antara loyalitas pada kekaisaran dan suara hatinya yang mulai berteriak. Setiap hari, dia lihat mayat dan dengar jerit, dan dia sadar diam bukan pilihan. Tapi melawan sistem berarti mengkhianati sumpahnya. Siapa sangka harga kepatuhan setinggi nyawa orang lain?
Kalau suka ini












