
Ceritanya
Salju Anatolia turun tanpa ampun, dan di hotel kecil di tengah padang putih itu Aydin, mantan aktor, mengatur semuanya dengan tenang. Istrinya yang muda, Nihal, diam-diam membenci caranya bicara. Saudarinya, Necla, sudah lama pahit pada dunia. Mereka bertiga tinggal di bawah satu atap, saling melukai dengan kata-kata yang halus tapi tajam. Aydin merasa dirinya rasional, tapi Nihal mulai memberontak diam-diam, sementara Necla menumpuk luka lama yang tak mau sembuh. Tidak ada teriakan di sini, hanya tatapan yang lebih dingin dari salju di luar jendela. Dendam mereka tidak meledak, tapi merembes pelan seperti air yang merusak fondasi rumah. Pertanyaannya, apakah musim dingin ini akan berakhir sebelum mereka semua hancur?
Kalau suka ini











