Ceritanya
Jiro kecil punya satu mimpi besar: terbang setinggi langit. Tapi matanya rabun, pilot bukan takdirnya. Laki-laki itu nggak menyerah, justru jadi perancang pesawat, mengejar impian dari balik meja gambar. Di tengah gempa bumi yang meratakan segalanya, perang yang tak bisa dihindari, dan cintanya pada Nahoko yang kian rapuh karena sakit, Jiro terus menekan pensilnya. Setiap garis sketsa adalah taruhan, setiap prototipe adalah doa. Studio Ghibli membungkus semua itu dalam drama biografi yang puitis, angin selalu berbisik di setiap adegan. Yang bikin deg-degan, Nahoko tahu waktunya pendek, tapi dia tetap tersenyum. Sampai pesawat itu akhirnya terbang, apa harga yang harus dibayar Jiro untuk satu mahakarya?
Kalau suka ini













