
Ceritanya
Samnang (20 tahun) tinggal di White Building, kompleks apartemen ikonik di Phnom Penh yang sebentar lagi rata dengan tanah. Semua yang dia kenal ada di sana: orang tua yang punya harapan sendiri, sahabat yang tumbuh bareng sejak kecil, tetangga yang jadi keluarga kedua. Tapi bangunan itu akan dibongkar, dan hidup Samnang ikut goyah. Dia terjepit antara ikut arus atau bertahan, antara mimpi pribadi dan tanggung jawab pada orang-orang di sekelilingnya. Kamar sempit, lorong basah, suara tetangga dari balik dinding tipis—semua itu akan hilang. Yang bikin runyam, keputusan harus diambil cepat sementara ia sendiri belum yakin mau jadi apa. Kalau rumah fisiknya lenyap, apa yang tersisa dari Samnang?
Kalau suka ini












