
Ceritanya
Audisi film indie, bukan panggung karier, tapi jebakan maut. Sekelompok aktor datang penuh harap, tapi pintu bangunan terkunci rapat. Mereka sadar ini bukan casting biasa saat pembunuh bertopeng mulai memburu satu per satu. Grace, James, dan Julie harus belajar kalau bangunan ini bukan studio, melainkan labirin maut yang setiap sudutnya diawasi. Tak ada sinyal, tak ada jendela yang bisa dipecah, hanya lorong gelap dan suara langkah kaki yang makin dekat. Yang bikin ngeri, si pembunuh tahu persis di mana mereka sembunyi. Seolah dia sudah merancang permainan ini sejak awal. Pertanyaan yang menghantui: apakah mereka cuma korban berikutnya, atau memang sudah dipilih sejak audisi?
Kalau suka ini











