
Ceritanya
Empat puluh tahun menikah, dan Virginio sama Sisa masih bangun sebelum matahari terbit di rumah batu mereka. Dataran tinggi Bolivia yang gersang jadi saksi rutinitas yang sama tiap hari, menggembalakan llama, mengambil air dari sumur yang makin dangkal. Tapi kemarau tahun ini beda, lebih panjang, lebih kejam, tanah retak di mana-mana dan ternak mulai mati satu per satu. Mereka dihadapkan pada pilihan yang nggak pernah kebayang sebelumnya, bertahan di tanah yang sudah jadi rumah turun-temurun atau pergi ke kota yang asing. Virginio keras kepala, menolak meninggalkan leluhurnya, sementara Sisa diam-diam mulai ragu apakah ketegaran saja cukup. Ketika tetangga terakhir angkat kaki, sunyi yang dulu menenangkan kini terasa seperti kuburan yang menunggu.
Kalau suka ini












