
Ceritanya
Empat puluh menit setelah lepas landas, pesawat United 93 diam-diam berubah arah. Bukan karena cuaca atau kesalahan pilot, tapi empat orang bersenjata di kabin sudah mengambil alih kendali. Di dalam kokpit, pilot dan kopilot tergeletak tak berdaya. Di belakang, penumpang mulai sadar dari ponsel yang berdering, kabar dari darat tentang serangan di World Trade Center. Mereka bukan lagi sekadar penumpang pesawat yang kena delay. Mereka jadi garda terakhir antara hidup dan kematian yang tak terbayangkan. Keputusan harus diambil cepat, di ketinggian 35.000 kaki, tanpa senjata, tanpa latihan. Yang mereka punya cuma keberanian dan telepon genggam. Siapa yang akan selamat ketika pintu kokpit mulai didobrak?
Kalau suka ini












