
Ceritanya
Perang saudara Jepang abad ke-16, dan dua petani punya ambisi berbeda. Genjuro ingin kaya raya lewat dagang tembikar, Tobei bermimpi jadi samurai terkenal. Keduanya meninggalkan istri di desa, mengejar bayangan kejayaan. Genjuro jatuh ke dalam perangkap istana mewah milik Lady Wakasa, seorang bangsawan hantu yang diam-diam mengisolasinya dari kenyataan. Sementara Tobei nekat membeli baju zirah dan bergabung dengan pasukan, meninggalkan istrinya sendirian di tengah kekacauan perang. Tapi fantasi punya harga, dan ketika keduanya sadar, istri mereka sudah menghadapi nasib yang tak terduga. Di mana batas antara mimpi dan penyesalan, ketika yang ditinggalkan sudah tak lagi sama?
Kalau suka ini











