Ceritanya
Paris abad ke-19, pesta absinthe, dan dua penyair yang saling menghancurkan. Arthur Rimbaud datang ke rumah Paul Verlaine seperti badai, langsung membuat Verlaine tergila-gila dan meninggalkan istri serta anaknya. Hubungan mereka bukan cinta biasa, melainkan pertarungan ego dan hasrat yang meledak di setiap sudut kota. Dari puisi yang lahir di tengah mabuk hingga pertengkaran yang berakhir pisau terhunus, keduanya terus saling tarik dan dorong tanpa bisa lepas. Verlaine yang lebih tua perlahan kehilangan kendali, sementara Rimbaud yang muda semakin liar dan dingin. Gairah yang membara itu berubah jadi racun, dan satu tembakan di suatu sore mengubah segalanya. Apa yang tersisa dari dua jiwa yang saling melumat habis-habisan itu cuma puisi dan luka yang tak sembuh.
Kalau suka ini













