
Ceritanya
Cheng Kai bukan cari masalah, tapi istrinya hilang di benteng teroris. Mantan pasukan khusus ini nekat menyusup sendirian ke Talin, tempat terakhir sang istri, seorang tenaga medis, terlihat sebelum diculik. Di dalam, dia nemu gadis cilik yang ikut terseret, sama-sama jadi tawanan para mercenary. Setiap lorong penuh jebakan, setiap sudut ada senapan yang mengarah ke kepala. Cheng Kai harus bergerak cepat dan diam-diam, tapi benteng itu punya aturan sendiri, dan pelakunya bukan tipe yang suka tawar-menawar. Ujung-ujungnya, ini bukan cuma soal kabur dari benteng, tapi soal seberapa jauh dia rela melangkah sebelum semua pilihan habis.
Kalau suka ini











