
Ceritanya
Topeng itu bukan untuk karnaval, tapi untuk menutupi siapa yang paling benci pada mereka. Di kamp konversi LGBTQ+, sekelompok remaja seperti Ash dan lainnya terjebak dalam rutinitas yang lebih mirip penjara daripada terapi. Tapi teror psikologis dari instruktur hanyalah awal. Malam hari, seorang pembunuh misterius bertopeng mulai berburu satu per satu. Setiap sudut kamp jadi jebakan, setiap suara bisa berarti akhir. Mereka harus bertahan dari ancaman ganda: tekanan mental yang sengaja diciptakan dan pembunuh yang tak kenal ampun. Yang bikin ngeri, mereka nggak tahu mana yang lebih dulu membunuh mereka, sesi indoktrinasi atau si pembunuh yang terus mendekat dari kegelapan.
Kalau suka ini












