
Ceritanya
Lampu panggung mati total, lalu suara itu datang dari segala arah. The Weeknd muncul di tengah kegelapan, membawakan lagu-lagu dari album Dawn FM dalam format pertunjukan teatrikal yang terasa seperti siaran radio dari alam lain. Daniel Lopatin ada di sana, mengisi lanskap suara dengan tekstur elektronik yang bikin bulu kuduk berdiri. Ini bukan sekadar konsert, melainkan perjalanan visual ke dalam lorong-lorong gelap pikiran, di mana setiap transisi lagu terasa seperti pergantian stasiun di frekuensi yang nggak biasa. Penonton diajak menyelami labirin cahaya dan bayangan, sementara The Weeknd terus bergerak tanpa henti. Tapi yang bikin penasaran, sebenarnya siapa yang memegang kendali siaran malam ini, dan apakah kita bisa keluar dari frekuensi ini setelah masuk?
Kalau suka ini












