
Ceritanya
Seon Woo-jeong, seniman yang jago mengaku terinspirasi setiap kali ketahuan menjiplak. Dia hidup dari karya orang lain, selalu punya alasan mulus untuk menutupi kecurangannya. Tapi tembok kebohongan itu mulai retak, dan satu per satu rahasianya terbongkar. Hidup Woo-jeong berantakan, teman-temannya menjauh, reputasinya hancur di komunitas seni. Yang bikin runyam, dia bukan cuma berhadapan dengan kritik publik, tapi juga ancaman hukum dari seniman asli yang karyanya dia klaim. Satir ini menguliti dunia seni kontemporer dengan ironi tajam dan humor yang kadang getir. Ketika Woo-jeong mulai sadar jebakan yang dia buat sendiri, apa yang tersisa selain mengakui semuanya dari awal?
Kalau suka ini











