
Ceritanya
Abu dan abu, sejauh mata memandang. Seorang ayah tanpa nama dan anak laki-lakinya berjalan di atas jalan raya yang mati, menuju pantai yang mungkin sudah tak ada. Dunia sudah berakhir, yang tersisa cuma dingin, kelaparan, dan bayang-bayang kanibal yang mengintai dari balik reruntuhan. Di saku mantelnya, hanya dua peluru tersisa di pistol—satu untuk anaknya, satu untuk dirinya sendiri, kalau keadaan sudah terlalu gelap untuk ditanggung. Viggo Mortensen sebagai sang ayah menahan segalanya di balik rahang yang mengeras, sementara anaknya masih percaya pada api yang dibawa orang-orang baik. Mereka bertahan bukan karena harapan, tapi karena tidak tahu harus berhenti di mana. Tapi semakin dekat ke pantai, semakin tipis garis antara melindungi dan mengorbankan apa yang tersisa dari kemanusiaan mereka.
Kalau suka ini












