Ceritanya
Ida nekat terbang ke Yordania sendirian. Bukan liburan, tapi mencari bayangan kekasih yang hilang di hamparan Laut Merah. Dia mengunjungi situs-situs liminal, tempat antara ada dan tiada, berharap merasakan kehadiran yang sudah pergi. Tapi semakin dalam Ida menyusuri pantai dan lorong-lorong sunyi, batas antara rindu dan realitas mulai kabur. Laut merah yang tenang menyembunyikan sesuatu. Apakah perjalanan ini membawanya pada penutupan atau justru pada pertemuan yang lebih menakutkan dari kehilangan itu sendiri?
Kalau suka ini













