Ceritanya
Profesor matematika itu cuma punya ingatan delapan puluh menit. Setelah kecelakaan, memorinya selalu terhapus begitu waktunya habis, dan satu-satunya cara dia bertahan hidup adalah lewat angka. Dia menempelkan catatan kecil di mana-mana, mengingatkan dirinya sendiri tentang siapa orang-orang di sekelilingnya. Lalu datanglah seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan tanpa sengaja dia membawa anak lelakinya yang berusia sepuluh tahun ke dalam rumah profesor itu. Hubungan mereka tumbuh bukan dari obrolan biasa, melainkan dari teka-teki bilangan prima dan rumus-rumus sederhana yang profesor tulis di papan tulis. Yang bikin dia tetap ingat si anak bukan karena nama, tapi karena bentuk kepala si bocah yang persis seperti akar kuadrat. Tapi ingatan delapan puluh menit itu terus berjalan, dan profesor harus jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.
Kalau suka ini













