Ceritanya
Wajah Maria Falconetti, tanpa riasan, tanpa jeda—hanya keteguhan yang hampir tidak manusiawi. Di ruang pengadilan yang pengap, para pendeta Inquisisi bergantian mendesak Giovanna d’Arco mengakui dosa bidah. Tapi gadis desa ini diam, atau menjawab dengan suara lirih yang tak tergoyahkan. Seorang biarawan yakin ia utusan surga, tapi mayoritas melihatnya ancaman. Mereka membawanya ke ruang penyiksaan, roda besi berkarat menanti. Bayangan salib jatuh di lantai batu, memberinya napas sebentar. Di tengah teriakan dan doa, Giovanna tetap menolak mengingkari suara-suara yang ia dengar. Hingga api itu akhirnya menjilat kakinya, dan para perempuan di alun-alun menangis dalam diam. Sebuah drama sejarah bisu tahun 1928 yang membuatmu bertanya: apa arti keyakinan ketika seluruh dunia menuduhmu gila?
Kalau suka ini













