
Ceritanya
David memegang pistol di satu tangan, napasnya berat di pagi buta. Istrinya sudah punya orang lain, dan keluarganya perlahan tercerai-berai di depan matanya. Ia mencoba bertahan, tapi rasa sakit itu merembes ke setiap sudut rumah yang dulu hangat. Kecemburuan dan keputusasaan berbaur jadi dorongan yang sulit dikendalikan. Di kota kecil yang sepi, David bergulat dengan pertanyaan apa artinya tetap setia pada janji yang sudah patah. Setiap pertemuan dengan istrinya terasa seperti luka baru yang menganga. Yang bikin mencekam, David bukan tipe pria yang meledak-ledak, justru pendiam dan penuh perhitungan. Sampai kapan ia sanggup menahan diri?
Kalau suka ini












