
Ceritanya
Delapan ribu meter di atas permukaan laut, Hong-gil dan Mu-taek pernah berdiri di puncak Kanchenjunga. Tapi kemenangan itu meninggalkan luka yang tak sembuh-sembuh, cedera yang memaksa Hong-gil pensiun dari pendakian. Lalu kabar buruk datang bertahun kemudian. Mu-taek hilang di Everest. Rasa bersalah langsung menggerogoti Hong-gil, dan dia memutuskan memimpin misi penyelamatan yang hampir mustahil. Badai salju menerjang, jari-jari tangannya mulai membeku, luka lama kembali terasa seperti diiris pisau. Timnya ragu, tapi Hong-gil terus mendaki. Di ketinggian yang membunuh siapa pun yang ragu, persahabatan dan penyesalan jadi satu-satunya bahan bakar. Everest tidak pernah memberi jalan mudah.
Kalau suka ini












