Ceritanya
Tahun 1661, dan Zheng Chenggong, yang dikenal dunia sebagai Koxinga, sudah punya satu misi: usir Belanda dari Taiwan. Dia pahlawan loyalis Dinasti Ming, dan di pundaknya ada beban buat melanjutkan perlawanan terhadap invasi Qing yang semakin menekan. Pasukannya bukan cuma soal jumlah, tapi strategi dan keberanian yang diuji di setiap pertempuran laut dan darat. Fan Siu-Wong membawakan sosok Koxinga dengan tenaga yang pas, seorang panglima yang pantang mundur meski segala hal tampak mustahil. Pendirian Kerajaan Tungning jadi taruhan besar, bukan sekadar kemenangan militer, melainkan simbol perlawanan yang bisa mengubah peta sejarah Asia. Satu demi satu benteng Belanda jatuh, tapi jalan menuju kemenangan penuh lubang dan pengkhianatan. Di titik di mana logika bilang berhenti, apa yang bikin Koxinga tetap melangkah?
Kalau suka ini













