
Memuat video…
Ceritanya
Seorang prajurit SS muda ditempatkan di Auschwitz. Tugasnya menjaga kamp konsentrasi, menyaksikan langsung kekejaman yang tak terbayangkan setiap hari. Perlahan, hati nuraninya mulai tergugah. Ia dipaksa mempertanyakan loyalitasnya pada Nazi dan kemanusiaannya sendiri. Antara perintah atasan dan suara batin, ia terjebak dalam pusaran konflik batin yang mencekik. Di sekelilingnya hanya ada kegelapan dan penderitaan. Lewis Kirk memerankan prajurit yang bergulat dengan moralitasnya di tengah mesin pembunuh paling mengerikan dalam sejarah. Pertanyaannya, apakah masih ada ruang untuk cahaya di tempat yang kehilangan segalanya?
Kalau suka ini












