
Ceritanya
Parker Posey, Fran Lebowitz, dan Gay Talese muncul ngobrolin buku. Bukan sekadar buku, tapi soal mereka yang menghabiskan hidup buat menjualnya. Di New York, para dealer buku antik dan kolektor langka ini punya dunia sendiri, penuh debu, cerita, dan obsesi. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam ngomongin edisi pertama Hemingway atau manuskrip langka yang nyaris hilang. Tapi dunia mereka mulai berubah, digitalisasi mengancam, toko buku tutup satu per satu. Ada yang bertahan mati-matian, ada yang menyerah. Siapa sangka, di balik lembaran kertas usang itu, tersimpan perang diam-diam antara masa lalu dan masa depan.
Kalau suka ini












