
Ceritanya
Brussels 1940, dan di balik tembok stasiun radio Flagey yang megah, ada seorang aktris muda yang suaranya bergetar di setiap siaran. Ada pula seorang teknisi suara berbakat yang lebih percaya pada rekaman daripada kata-kata. Mereka bertemu, dan tanpa disangka, siaran drama radio harian itu jadi panggung cinta yang tumbuh pelan-pelan di antara putaran piringan hitam dan mikrofon tua. Perang semakin mendekat, siaran-siaran mulai dipotong, dan ketakutan merayap masuk ke ruang kontrol. Namun di tengah kegelapan itu, mereka masih punya satu hal yang bisa dipegang, suara, cerita, dan keyakinan bahwa seni bisa bertahan. Tapi ketika udara mulai dipenuhi sirene, pertanyaannya sederhana, apakah cinta mereka cukup kuat untuk melawan apa yang akan datang?
Kalau suka ini











