Ceritanya
Keiko, petinju tuna rungu, nggak pernah dengar suara lawan di ring. Tapi dia dengar satu hal jelas: klub tinjunya mulai runtuh dihantam pandemi, dan sang pelatih tua yang seperti ayah baginya kian sakit-sakitan. Di tengah latihan yang makin sepi, Keiko tetap datang tiap pagi, pukul karung pasir, bayangkan pertandingan yang mungkin tak pernah terjadi. Masaki Miura memerankan pelatih dengan kelembutan yang bikin dada sesak. Keputusan berat menunggu: mundur perlahan atau bertarung lebih keras dari sebelumnya. Siapa sangka diam-diam, diam-diam, tinju bisa bicara lebih lantang dari kata-kata.
Kalau suka ini













