
Ceritanya
Jepang 1633, dan dua pastor Jesuit diam-diam menyusuri desa yang dibakar. Rodrigues dan Garupe nekat mencari Ferreira, mentor mereka yang dikabarkan sudah murtad di tengah penganiayaan umat Kristen. Kichijiro jadi pemandu mereka, tapi langkahnya ragu, penuh rasa bersalah. Yang mereka temukan bukan hanya siksaan fisik, melainkan juga deru Inkuisitor yang dingin, memaksa setiap orang menginjak fumie, menginjak wajah Kristus. Ketika Rodrigues akhirnya ditangkap, pilihan yang dihadapkan bukan teologis, melainkan hitam putih yang kejam, menyangkal atau melihat umatnya sekarat perlahan. Di keheningan yang mencekik itu, suara Tuhan terasa begitu jauh, nyaris bisu.
Kalau suka ini












