
Ceritanya
Traktor jadi satu-satunya kendaraan yang bisa diandalkan anak-anak pedesaan Anatolia untuk sampai ke sekolah. Guru muda bernama Nebahat baru pindah ke sana, dan matanya langsung terbuka begitu melihat siswa-siswanya berdesakan di atas traktor setiap pagi. Dengan nekat, ia kirim surat ke Kementerian Pendidikan minta bus sekolah. Busnya datang, tapi tanpa sopir, jadi cuma ongkang-ongkang di halaman sekolah. Siapa sangka Nebahat ambil SIM dan duduk di kemudi sendiri, bawa anak-anak ke sekolah tiap hari. Tapi ternyata ada satu masalah kecil yang belum ia pikirkan, dan masalah itu bisa bikin semua usahanya berantakan.
Kalau suka ini











