
Ceritanya
Panggung kosong, satu mikrofon, dan Rory Scovel yang tiba-tiba bercerita soal invasi rumah yang tidak pernah dia duga. Dokumenter komedi ini memang bukan stand-up biasa. Rory membawa penonton ke dalam adegan Alkitab yang diulang dengan caranya sendiri, plus satu permintaan terakhir dari almarhum ayahnya yang terus menghantuinya. Semua dibungkus gaya komedi yang tak bisa dihentikan, kadang kacau, kadang melantur, tapi selalu ada di jalurnya. Ada momen ketika tawa berubah hening, lalu kembali pecah tanpa peringatan. Pertanyaannya, mana yang lebih nyata, cerita di atas panggung atau kehidupan yang sedang dia jalani?
Kalau suka ini











